Syarat Membeli Rumah di Bali Bagi WNA yang Wajib Diketahui!

oktarina

oktarina

Agustus 29, 2025

12 min read

Syarat Membeli Rumah di Bali Bagi WNA yang Wajib Diketahui!

Bali adalah surga bagi banyak orang, terutama bagi warga negara asing (WNA) yang ingin tinggal atau berinvestasi di Indonesia. Keindahan alamnya, pantainya yang menakjubkan, budaya yang kaya, serta gaya hidup santai yang ditawarkan membuat Bali jadi pilihan utama bagi ekspatriat. Namun, sebelum kamu memutuskan untuk membeli rumah di Bali, sangat penting untuk mengetahui syarat membeli rumah di Bali bagi WNA. Dengan memahami aturan hukum yang ada, kamu dapat menghindari masalah di kemudian hari dan merencanakan investasi dengan lebih matang.

Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang syarat membeli rumah di Bali bagi warga negara asing, kamu wajib membaca artikel ini sampai selesai! Artikel ini akan mengulas secara tuntas tentang syarat-syarat tersebut agar kamu bisa membuat keputusan yang tepat dalam membeli properti di Bali! Jadi simak sampai selesai ya!

Kenapa Bali Jadi Pilihan Utama untuk Membeli Rumah?

Bali memang nggak ada duanya. Dengan pantai yang indah, udara tropis yang sejuk, serta sawah-sawah hijau yang menyejukkan mata, siapa sih yang nggak tertarik untuk tinggal di sini? Gaya hidup santai yang ditawarkan Bali membuat banyak orang dari luar negeri merasa betah. Selain itu, keramahan masyarakat lokal yang sangat kental menambah kesan Bali sebagai tempat yang nyaman untuk menetap. Tak jarang, para ekspatriat memilih untuk membeli rumah atau vila sebagai tempat tinggal atau bahkan sebagai investasi jangka panjang.

Bali juga dikenal dengan banyaknya tempat yang menawarkan fasilitas internasional. Seperti sekolah internasional, dan rumah sakit dengan standar tinggi. Serta berbagai restoran dan kafe yang memiliki cita rasa internasional. Ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi mereka yang ingin tinggal lebih lama. Nggak heran kalau Bali sering dipilih oleh orang asing untuk menetap dan menikmati hidup yang lebih tenang namun tetap modern.

Tapi, meski Bali menawarkan segala kenyamanan dan keindahan, membeli rumah di sini untuk warga negara asing (WNA) nggak semudah itu. Ada beberapa aturan hukum yang perlu diperhatikan, terutama soal kepemilikan tanah dan properti. Indonesia memiliki peraturan yang cukup ketat mengenai hal ini, dan penting banget untuk memahami semua syarat dan prosedurnya. Jika kamu nggak hati-hati, bisa-bisa kamu malah menghadapi masalah hukum yang bikin ribet di kemudian hari. Jadi, sebelum kamu memutuskan untuk membeli rumah di Bali, pastikan kamu paham betul aturan yang berlaku agar prosesnya lancar.

Syarat Hukum untuk WNA yang Ingin Membeli Rumah di Bali

Modern Villa Bali | Relokasi dari Saudi Arabia ke Bali | Bali Premium Trip
Modern Villa Bali | Relokasi dari Saudi Arabia ke Bali | Bali Premium Trip

Membeli rumah di Bali memang menjadi impian banyak orang. Terutama bagi warga negara asing (WNA) yang ingin merasakan kehidupan tropis dengan segala kenyamanannya. Namun, sebelum kamu melangkah lebih jauh, ada beberapa syarat hukum yang wajib diketahui. Indonesia memiliki peraturan ketat soal kepemilikan properti oleh WNA. Sehingga penting untuk memahami aturan-aturan ini sangat penting agar kamu bisa membeli rumah tanpa masalah di masa depan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan terkait status tanah, batasan luas, dan cara membeli properti di Bali untuk WNA.

1. Status Tanah yang Bisa Dibeli oleh WNA

Hal pertama yang perlu kamu pahami adalah WNA tidak bisa membeli tanah dengan status hak milik. Artinya, kamu nggak bisa langsung menguasai tanah secara penuh seperti yang dilakukan warga negara Indonesia (WNI).

Tapi jangan khawatir, masih ada beberapa pilihan yang memungkinkan kamu untuk memiliki rumah di Bali. Sebagai WNA, kamu bisa memilih antara dua opsi, yakni hak pakai atau hak sewa. Ini dia penjelasan lebih lanjut:

  • Hak Pakai: Dengan hak pakai, kamu memiliki izin untuk menempati atau menggunakan tanah atau properti selama jangka waktu tertentu. Biasanya 25 tahun, dan bisa diperpanjang. Ini adalah pilihan yang paling umum bagi WNA yang ingin tinggal di Bali dalam waktu lama. Misalnya, jika kamu ingin membeli vila atau rumah tinggal, hak pakai adalah cara yang tepat.
  • Hak Sewa: Opsi lainnya adalah membeli properti dengan hak sewa. Dalam hal ini, kamu akan menyewa properti untuk jangka waktu lebih lama. Biasanya antara 25 hingga 30 tahun, tergantung kesepakatan dengan pemilik. Meskipun statusnya bukan milik pribadi, kamu tetap bisa menikmati properti tersebut dalam jangka panjang tanpa masalah.

2. Pembatasan Luas Tanah yang Bisa Dibeli

Selain masalah status tanah, ada juga batasan luas tanah yang bisa dibeli oleh WNA. Biasanya, WNA hanya diperbolehkan untuk membeli tanah dengan luas maksimal 2.000 meter persegi untuk keperluan hunian pribadi. Jadi, jika kamu berminat untuk membeli properti dengan luas yang lebih besar, kamu harus mencari solusi lain. Salah satunya adalah dengan membeli melalui perusahaan atau dengan status hak sewa.

Luas tanah yang lebih besar mungkin hanya dapat diperoleh dengan menggunakan skema lain, seperti mendirikan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), yang akan dibahas lebih lanjut nanti.

Cara Membeli Rumah di Bali bagi WNA

Sekarang, kita masuk ke bagian yang paling penting: bagaimana cara membeli rumah di Bali? Ada beberapa opsi yang bisa kamu pilih, tergantung pada jenis properti dan tujuan pembelianmu.

1. Melalui Hak Pakai (Right to Use)

Salah satu cara yang paling umum digunakan oleh WNA untuk membeli rumah di Bali adalah melalui hak pakai. Ini adalah cara yang cukup straightforward dan relatif mudah. Dengan hak pakai, kamu bisa tinggal di properti tersebut untuk jangka waktu yang ditentukan, biasanya sekitar 25 tahun, dan bisa diperpanjang jika diperlukan.

Meski prosesnya lebih mudah, kamu tetap perlu melibatkan notaris berpengalaman untuk memastikan bahwa semua dokumen dan transaksi berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Kamu juga harus memastikan bahwa status tanah yang dibeli memang memenuhi syarat untuk hak pakai, agar nggak ada masalah di kemudian hari. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan agen properti yang berlisensi untuk memastikan semua detailnya.

2. Melalui Hak Sewa (Leasehold)

Opsi kedua adalah hak sewa. Dengan hak sewa, kamu akan menandatangani kontrak sewa dengan pemilik properti untuk periode yang bisa mencapai 25 hingga 30 tahun, tergantung kesepakatan yang ada. Keuntungannya, kamu nggak perlu membeli tanah secara langsung, namun tetap bisa menikmati properti tersebut dalam waktu yang panjang.

Sama seperti hak pakai, penting untuk melibatkan notaris atau pengacara properti yang berpengalaman agar kontrak sewa yang dibuat sah secara hukum dan tidak ada celah yang bisa merugikan kamu. Pastikan semua ketentuan jelas, seperti jangka waktu sewa, biaya, dan hak-hak lain yang berhubungan dengan properti.

3. Membeli Rumah Lewat Perusahaan PMA

Jika kamu berniat membeli tanah yang lebih luas atau ingin mengelola properti untuk tujuan bisnis, maka opsi terbaik adalah mendirikan Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA). Dengan cara ini, perusahaan yang kamu dirikan bisa membeli tanah dan properti dalam rangka usaha, dan ini memungkinkan kamu memiliki properti lebih luas, bahkan untuk keperluan komersial.

Mendirikan PMA bukan proses yang mudah. Kamu perlu mematuhi berbagai persyaratan administratif dan hukum yang berlaku di Indonesia. Biasanya, mendirikan PMA juga melibatkan biaya dan prosedur yang cukup rumit, jadi pastikan kamu memiliki pengacara atau konsultan hukum yang berpengalaman untuk membantu prosesnya. Meskipun demikian, jika tujuanmu adalah investasi properti jangka panjang, ini bisa jadi pilihan yang sangat menguntungkan.

Baca juga: Bagaimana Cara Membeli Properti di Bali bagi WNA? Cek di Sini!

Persyaratan dan Dokumen yang Diperlukan

Verifikasi Identitas Pihak | Layanan Hukum Properti & Real Estat | Bali Premium Trip
Verifikasi Identitas Pihak | Layanan Hukum Properti & Real Estat | Bali Premium Trip

Membeli rumah di Bali memang proses yang menarik, tetapi ada beberapa langkah yang harus kamu persiapkan dengan baik agar semuanya berjalan lancar. Selain memahami aturan hukum yang berlaku, kamu juga harus menyiapkan beberapa dokumen penting dan memenuhi persyaratan yang diperlukan. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus kamu siapkan sebelum memulai transaksi properti di Bali.

1. Persyaratan Keuangan

Sebelum kamu memulai pembelian rumah, hal pertama yang perlu dipastikan adalah kemampuan finansialmu. Biasanya, bank atau lembaga keuangan akan meminta bukti keuangan yang jelas. Misalnya, kamu mungkin perlu menunjukkan slip gaji, surat keterangan penghasilan, atau salinan rekening tabungan yang menunjukkan bahwa kamu memiliki dana yang cukup untuk membeli properti.

Selain itu, pastikan kamu sudah memiliki dana yang siap digunakan untuk pembayaran. Proses pembelian rumah di Bali untuk WNA biasanya dilakukan secara tunai atau transfer internasional, sehingga bukti transaksi dan asal dana perlu jelas agar tidak menimbulkan masalah. Hal ini juga penting untuk menjaga kelancaran transaksi dan menghindari kendala hukum di kemudian hari.

2. Persyaratan Visa dan Izin Tinggal

Untuk bisa membeli rumah di Bali, kamu harus memastikan bahwa kamu memiliki izin tinggal yang sah di Indonesia. Ini adalah persyaratan yang tidak bisa diabaikan. Sebagai WNA, kamu wajib memiliki KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) atau KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap). Tanpa izin tinggal yang sah, kamu tidak bisa melakukan transaksi properti.

Jika kamu hanya memegang visa turis, itu tidak cukup untuk memulai proses pembelian properti. Kamu perlu mengurus visa tinggal yang sesuai terlebih dahulu. Proses ini memang membutuhkan waktu, jadi pastikan untuk mengurusnya sebelum memulai pembelian rumah agar semua persyaratan legal bisa terpenuhi dengan baik.

3. Proses Pengurusan Dokumen Notaris

Salah satu tahapan penting dalam proses pembelian rumah adalah pengurusan dokumen melalui notaris. Notaris akan memastikan semua dokumen, seperti akta jual beli, sudah sah di mata hukum dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Mereka juga akan membantu mengurus pengalihan hak atas properti dan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam transaksi memiliki hak yang jelas.

Penting banget untuk bekerja sama dengan notaris yang berpengalaman dan terpercaya. Jangan ragu untuk bertanya banyak hal jika ada bagian dari proses yang tidak kamu mengerti. Dengan notaris yang tepat, proses pembelian rumah di Bali akan berjalan lebih aman dan lancar. Mereka juga akan memeriksa apakah properti yang akan kamu beli memiliki dokumen yang lengkap dan tidak bermasalah di kemudian hari.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meskipun Bali menawarkan berbagai keuntungan dan daya tarik, ada beberapa risiko yang perlu kamu pertimbangkan sebelum membeli properti. Berikut adalah beberapa risiko yang harus diperhatikan:

  • Masalah Status Hukum Properti
    Salah satu risiko terbesar adalah properti yang tidak memiliki dokumen hukum yang lengkap atau sah. Pastikan properti yang kamu beli memiliki surat-surat yang jelas dan bebas dari sengketa hukum.
  • Penipuan Properti
    Ada kasus di mana properti dijual dengan harga sangat murah tetapi ternyata merupakan penipuan. Bisa jadi penjual tidak memiliki hak penuh atas properti tersebut. Untuk menghindari hal ini, pastikan bekerja dengan agen atau notaris yang berlisensi dan berpengalaman.
  • Perubahan Peraturan Hukum
    Peraturan mengenai kepemilikan properti oleh WNA dapat berubah. Misalnya, peraturan yang mengatur tentang hak pakai atau hak sewa bisa saja diperketat atau dimodifikasi. Hal ini bisa mempengaruhi status kepemilikan atau penggunaan properti yang telah dibeli.
  • Masalah Pembatasan Luas Tanah
    Jika kamu berencana membeli tanah dengan luas lebih dari 2.000 meter persegi, pastikan untuk mempertimbangkan opsi lain seperti membeli melalui perusahaan atau hak sewa. Mengabaikan pembatasan ini bisa menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
  • Ketergantungan pada Pihak Ketiga
    Jika kamu membeli properti melalui pihak ketiga, seperti perusahaan PMA atau kontrak sewa, pastikan hubungan hukum dan kesepakatan jelas dan sah. Ketergantungan pada pihak ketiga tanpa perjanjian yang kuat bisa berisiko jika terjadi sengketa.
  • Potensi Kenaikan Pajak atau Biaya
    Beberapa area di Bali mungkin menghadapi kenaikan pajak atau biaya lainnya yang dapat mempengaruhi biaya kepemilikan rumah. Pastikan kamu memahami kewajiban pajak dan biaya perawatan yang akan datang. 

Tips Membeli Rumah di Bali bagi WNA

Modern Villa Bali | Relokasi dari Saudi Arabia ke Bali | Bali Premium Trip
Modern Villa Bali | Relokasi dari Saudi Arabia ke Bali | Bali Premium Trip

Membeli rumah di Bali bisa menjadi investasi yang menguntungkan, tetapi ada banyak aspek yang perlu diperhatikan agar prosesnya berjalan lancar dan aman. Berikut adalah beberapa tips bagi WNA yang ingin membeli rumah di Bali:

  • Pahami Status Tanah dan Hak Kepemilikan
    Sebagai WNA, kamu tidak bisa memiliki tanah dengan hak milik. Namun, kamu bisa memilih untuk membeli rumah dengan status hak pakai atau hak sewa. Pastikan kamu memahami dengan jelas jenis hak kepemilikan yang sesuai dengan kebutuhanmu, dan juga batasan luas tanah yang bisa kamu beli, biasanya maksimal 2.000 meter persegi untuk hunian pribadi.
  • Periksa Legalitas Properti
    Sebelum membeli rumah, sangat penting untuk memeriksa legalitas properti yang ingin kamu beli. Pastikan tanah tersebut bebas dari sengketa dan memiliki semua dokumen yang sah, seperti sertifikat tanah yang valid.
  • Pilih Lokasi dengan Hati-Hati
    Lokasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam membeli rumah di Bali. Beberapa kawasan yang populer seperti Seminyak, Canggu, dan Ubud menawarkan keindahan serta potensi investasi yang besar. Tentukan tujuan pembelianmu terlebih dahulu, apakah untuk tempat tinggal pribadi atau investasi jangka panjang.
  • Pahami Pajak dan Kewajiban Keuangan Lainnya
    Setiap pembelian properti akan dikenakan pajak, seperti pajak properti tahunan dan pajak penghasilan dari sewa jika kamu berencana untuk menyewakan properti tersebut. Pastikan kamu sudah memahami kewajiban pajak yang harus dibayar sebagai pemilik properti dan siapkan anggaran untuk membayar pajak dan biaya operasional lainnya.
  • Bekerja Sama dengan Bali Premium Trip
    Jika kamu ingin memastikan proses pembelian rumah berjalan lancar, Bali Premium Trip adalah mitra yang tepat. Kami menawarkan layanan hukum properti dan real estate, yang akan memandu kamu dalam seluruh proses pembelian properti di Bali. Tim kami terdiri dari profesional yang berpengalaman, termasuk notaris dan pengacara properti, yang akan memastikan bahwa transaksi berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca juga: Panduan Membeli Properti Bagi Warga Asing Di Bali: Ini Hal yang Wajib Diketahui!

Mulai Investasi Properti di Bali Bersama Bali Premium Trip!

Membeli rumah di Bali bagi WNA bisa jadi keputusan yang sangat menguntungkan, tapi kamu perlu memahami syarat-syarat hukumnya dengan baik. Dari memilih status properti yang tepat, menyiapkan dokumen yang diperlukan, hingga memastikan proses pembelian berjalan lancar, semuanya harus dilakukan dengan hati-hati. Dengan informasi yang jelas tentang syarat-syarat membeli rumah di Bali, kamu bisa membuat keputusan yang tepat dan menghindari masalah di masa depan. Jadi, kalau kamu berniat membeli properti di Bali, pastikan untuk mencari informasi yang lengkap, berkonsultasi dengan ahli hukum atau notaris, dan jangan ragu untuk mencari bantuan dari agen properti yang terpercaya.

Jika tujuanmu adalah untuk investasi properti jangka panjang, sangat disarankan untuk menggunakan layanan hukum properti dan Real Estate dari Bali Premium Trip. Kami menawarkan layanan lengkap yang akan memastikan setiap aspek pembelian dan investasi properti di Bali berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan tim profesional kami, kamu bisa mendapatkan panduan hukum yang tepat, serta analisis pasar yang akan membantu mengoptimalkan investasi properti di Bali. Dengan dukungan kami, kamu dapat memastikan bahwa investasi properti yang kamu lakukan akan aman dan menguntungkan di masa depan.

Jadi tunggu apa lagi? Hubungi kami hari ini dan konsultasikan rencana investasi propertimu bersama Bali Premium Trip!

Bali Premium Trip Banner

Related Article

Cara Memperpanjang Visa Bali Berdasarkan Aturan Baru 2025

Mau tinggal lebih lama di Bali? Pasti seru banget bisa...

Mengenal Layanan Keamanan di Bali Untuk Liburan Tanpa Rasa Khawatir!

Ingin liburan ke Bali, tapi masih khawatir dengan masalah keamanan...

Panduan Visa Bali 2025: Aturan Terbaru yang Wajib Diketahui!

Punya rencana liburan ke Bali? Tapi masih bingung dengan aturan...