Mengenal Arak Bali: Minuman Khas Pulau Dewata dengan Cita Rasa dan Budaya Tinggi

Fitriyawati

Fitriyawati

Oktober 2, 2024

7 min read

Mengenal Arak Bali: Minuman Khas Pulau Dewata dengan Cita Rasa dan Budaya Tinggi

source image: Instagram (@arakbrembalidewisri)

Kalau ngomongin Bali, yang kebayang pasti pantai-pantai cantik, pura-pura sakral, sama budaya yang kaya banget. Nah, selain itu, ada satu lagi nih yang ga kalah unik dan jadi kebanggaan warga lokal, yaitu Arak Bali. Buat kamu yang penasaran, yuk kenalan lebih dalam sama minuman tradisional khas Pulau Dewata ini. Ternyata, Arak Bali ga cuma enak buat diminum, tapi juga punya nilai budaya yang tinggi dan udah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia loh!

Arak Bali Terbuat dari Apa?

Pertanyaan paling sering muncul nih: Arak Bali terbuat dari apa sih? Jawabannya, Arak Bali terbuat dari bahan alami, seperti nira kelapa, aren, atau lontar. Proses pembuatannya pun ga main-main, karena menggunakan teknik fermentasi dan distilasi yang sudah dilakukan secara turun-temurun. Kalau lagi jalan-jalan ke Karangasem, kamu bakal nemuin banyak pengrajin arak yang ngolah nira (cairan manis dari pohon kelapa atau lontar) jadi minuman ini.

Uniknya, setiap daerah penghasil Arak Bali punya cita rasa yang beda-beda tergantung jenis pohonnya. Misalnya, arak dari pohon kelapa rasanya lebih manis, sementara dari lontar lebih kuat. Jadi, kalau kamu jalan-jalan di Bali, jangan lupa coba varian arak dari berbagai daerah ya, biar ngerasain bedanya.

Arak Bali dalam Kehidupan Sehari-hari

Nah, Arak Bali ini bukan sekedar minuman alkohol biasa. Buat masyarakat Bali, arak bukan cuma buat nongkrong santai atau jadi pelengkap acara kumpul-kumpul. Minuman ini juga sering dipakai dalam upacara adat dan keagamaan. Selain itu, di Bali ada istilah tetabuhan yang artinya arak dipakai sebagai sarana ritual untuk mengusir roh jahat atau sebagai simbol pembersihan. Jadi, jangan kaget kalau kamu melihat arak dipakai dalam acara keagamaan, ya. Di sini, arak dianggap punya nilai spiritual yang tinggi. Arak yang biasa digunakan dalam ritual keagamaan ini adalah Arak Brem.

Arak Bali juga mendapatkan julukan “Dewa Ye, Butha Ye” yang maknanya adalah memiliki sifat positif jika digunakan dengan dosis yang tepat dan juga bersifat negatif jika dikonsumsi secara berlebihan. Meskipun Arak Bali terkenal enak, kamu juga harus bijak dalam mengonsumsinya. Minuman ini mengandung alkohol yang cukup tinggi, jadi kalau diminum berlebihan bisa bikin kamu mabuk berat dan bahkan membahayakan kesehatan. Ada baiknya kalau kamu konsumsi arak secukupnya aja, terutama kalau belum terbiasa. Seperti kata pepatah, “Minum boleh, mabuk jangan.”

Disclaimer: Arak Bali adalah minuman beralkohol. Usia legal untuk mengonsumsi alkohol di Bali, sama seperti di wilayah Indonesia lainnya, adalah 21 tahun. Mohon selalu mematuhi peraturan yang berlaku dan mengonsumsi alkohol dengan bijak sesuai batas usia yang ditentukan.

Peran Arak Bali dalam Ekonomi Lokal

Selain jadi bagian penting dari budaya dan tradisi, Arak Bali juga berperan besar dalam perekonomian lokal. Banyak keluarga di Bali, terutama di wilayah Karangasem, yang menggantungkan hidup mereka dari produksi arak. Dengan adanya regulasi dari pemerintah, seperti Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2020, produksi arak kini lebih terstruktur dan diakui secara legal, sehingga memberikan perlindungan bagi para pengrajin arak lokal. Hal ini tentu memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat Bali, terutama di sektor minuman tradisional.

Arak Bali Sebagai Warisan Budaya Takbenda

Arak Bali ga cuma terkenal di Bali aja, tapi juga diakui oleh pemerintah Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda. Tahun 2022, Arak Bali resmi masuk daftar warisan budaya yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (Kemendikbudristek) melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 144/P/2022. Ini jadi bukti kalau Arak Bali bukan cuma sekedar minuman beralkohol, tapi juga punya nilai sejarah dan budaya yang tinggi.

Selain itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, juga mendorong agar wisatawan lokal maupun mancanegara lebih mengenal Arak Bali. Bahkan, saat event internasional G20 di Bali tahun 2022 lalu, Arak Bali jadi salah satu souvenir khas yang dibagikan ke tamu-tamu negara. Keren, kan?

Baca juga: Tampil Stylish Pakai Baju Adat Bali: Simbol Budaya yang Penuh Makna

Cara Menikmati Arak Bali

Buat kamu yang belum pernah nyoba, minum arak bisa jadi pengalaman baru yang menarik. Tapi jangan langsung minum yang murni ya, karena rasanya cukup kuat, terutama buat yang belum terbiasa. Banyak orang Bali biasanya mencampurkan arak dengan minuman lain seperti soda atau jus buah biar rasanya lebih ringan dan ga terlalu nyengat di lidah.

Buat pemula, kamu bisa coba campuran arak dengan Sprite atau Coca-Cola biar lebih segar dan mudah diterima di lidah. Selain itu, beberapa bar di Bali juga nyediain arak cocktail, jadi bisa nyoba versi yang lebih fancy kalau kamu lagi pengen minum di tempat yang lebih modern.

Proses Pembuatan Arak Bali

Nah, buat yang penasaran, gimana sih proses pembuatan Arak Bali? Prosesnya cukup panjang dan melibatkan teknik tradisional yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi. 

1. Penyadapan Nira (Tuak)

Proses pembuatan arak dimulai dari penyadapan nira yang diambil dari pohon kelapa, aren, atau lontar. Penyadapan biasanya dilakukan pada pagi atau sore hari agar kualitas nira tetap baik. Nira yang terkumpul memiliki rasa manis alami dan menjadi bahan dasar utama arak Bali. Untuk membantu fermentasi, sebagian pengrajin menambahkan serabut kelapa atau kulit kayu bayur kering ke dalam wadah penampung, tanpa menggunakan bahan kimia.

2. Fermentasi Alami

Nira kemudian disimpan dalam wadah tertutup seperti gentong tanah liat atau bambu selama sekitar dua hingga lima hari. Dalam tahap ini, mikroorganisme alami bekerja mengubah gula dalam nira menjadi alkohol. Selama fermentasi, rasa nira berubah dari manis menjadi lebih kecut dan kuat, menandakan tuak siap untuk disuling. Lama fermentasi sangat memengaruhi kadar alkohol dan karakter rasa arak yang dihasilkan.

3. Destilasi Tradisional

Tuak hasil fermentasi dipindahkan ke dalam panci atau dandang besar untuk disuling. Proses penyulingan dilakukan menggunakan api dari kayu bakar, yang harus dijaga kestabilannya. Saat tuak dipanaskan, uap alkohol akan naik dan dialirkan melalui pipa bambu menuju alat pendingin. Uap ini kemudian mengembun dan menetes sebagai cairan arak murni ke dalam wadah penampung seperti kendi atau botol kaca. Tahap ini memerlukan keahlian khusus karena pengaturan suhu dan waktu penyulingan sangat menentukan kualitas akhir arak.

4. Pengukuran Kadar Alkohol

Setelah penyulingan selesai, arak yang dihasilkan diukur kadar alkoholnya. Umumnya, kadar alkohol arak Bali berada di kisaran 30% hingga 50%, tergantung pada proses fermentasi dan destilasi. Arak kemudian dikategorikan berdasarkan kualitas dan kekuatannya sebelum digunakan atau dipasarkan.

Bahan Pembuatan Arak Bali

Pembuatan arak Bali menggunakan bahan-bahan alami yang telah digunakan secara turun-temurun. Meskipun sederhana, setiap bahan memainkan peran penting dalam menentukan cita rasa, aroma, dan kadar alkohol arak yang dihasilkan. Berikut adalah bahan-bahan utamanya:

  • Nira
    Nira merupakan bahan dasar utama yang disadap dari pohon kelapa, aren, atau lontar. Proses penyadapan biasanya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menjaga kesegaran cairan. Nira yang berkualitas tinggi mengandung gula alami yang ideal untuk proses fermentasi, dan inilah yang akan menjadi dasar terbentuknya alkohol dalam arak.
  • Serabut Kelapa atau Kulit Kayu Bayur
    Untuk membantu fermentasi alami, beberapa pengrajin menambahkan serabut kelapa atau kulit kayu bayur yang telah dikeringkan ke dalam wadah penampung nira. Bahan ini merangsang aktivitas mikroorganisme alami tanpa campuran bahan kimia, sekaligus menjaga stabilitas rasa tuak sebelum disuling.
  • Air Bersih
    Meskipun tidak digunakan dalam arak itu sendiri, air bersih berperan penting dalam proses pembuatan—terutama untuk mencuci peralatan dan menjaga kebersihan wadah fermentasi. Kebersihan alat sangat berpengaruh terhadap hasil akhir arak.
  • Kayu Bakar
    Sebagai sumber panas untuk proses penyulingan, kayu bakar digunakan untuk memanaskan tuak hingga menghasilkan uap alkohol. Pengrajin harus menjaga agar suhu api tetap stabil, karena suhu yang tidak tepat dapat memengaruhi kemurnian dan rasa arak.

Kesimpulan

Arak Bali bukan sekedar minuman keras yang bisa kamu temuin di Pulau Dewata, tapi juga bagian dari identitas budaya dan sejarah masyarakat Bali. Dari proses pembuatannya yang tradisional hingga pengakuannya sebagai Warisan Budaya Takbenda, minuman ini benar-benar menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bali.

Buat kamu yang penasaran, ga ada salahnya nyoba Arak Bali saat berkunjung ke Bali, tentu dengan tetap memperhatikan batasan dan bijak dalam mengonsumsinya. Kalau kamu lagi berencana liburan ke Bali, jangan lupa mampir ke tempat-tempat yang jual Arak Bali asli dan rasakan sendiri keunikan minuman khas ini. Agar perjalananmu semakin mudah, ada baiknya kamu menyewa mobil di Bali Premium Trip. Dengan pilihan mobil seperti MINI Cooper, Alphard, BMW, sampai Lamborghini, liburan kamu di Bali pasti akan terasa makin seru dan berkesan!

Banner Sewa Mobil Mewah di Bali | Bali Premium Trip

Baca juga: Berapa Harga Sewa Mobil di Bali? Temukan Pilihan Terbaik di Sini!

Related Article

12 Museum yang Ada di Bali dan Wajib untuk Dikunjungi Saat Liburan!

Bali memang terkenal karena keindahan pantai dan kekayaan budaya yang...

Shoulder Season Bali 2026: Waktu Terbaik untuk Liburan Mewah 

Pernahkah kamu membayangkan berlibur di Bali dengan suasana yang lebih...

Paket VIP Airport Transfer Terbaik di Bali yang Wajib Jadi Pilihan Liburanmu!

Apakah kamu ingin memulai liburan di Bali dengan pengalaman yang...