Mengenal Ogoh Ogoh Bali: Sejarah, Makna, dan Kaitannya dengan Nyepi

oktarina

oktarina

Januari 26, 2026

10 min read

Mengenal Ogoh Ogoh Bali: Sejarah, Makna, dan Kaitannya dengan Nyepi

Ogoh ogoh merupakan bagian penting dari tradisi masyarakat Bali yang selalu hadir menjelang Hari Nyepi. Bagi kamu yang berkunjung ke Bali pada periode ini, ogoh ogoh sering menjadi pengalaman budaya pertama yang paling membekas. Patung raksasa dengan ekspresi garang ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan simbol dari proses pembersihan diri sebelum memasuki hari suci Nyepi. Melalui artikel ini, kamu akan mengenal ogoh ogoh Bali secara lebih menyeluruh, mulai dari pengertian, sejarah, hingga maknanya dalam kehidupan masyarakat Bali. Jadi, baca artikel ini sampai selesai ya!

Poin Utama

  • Mengenal Ogoh-Ogoh Bali sebagai Simbol Pembersihan Diri
    Ogoh-ogoh adalah patung raksasa yang menggambarkan energi negatif seperti amarah dan keserakahan. Patung ini diarak pada malam sebelum Nyepi sebagai simbol pengusiran sifat buruk sebelum memasuki hari suci yang penuh keheningan.
  • Tradisi yang Tumbuh dari Spiritualitas dan Kreativitas
    Meskipun tergolong baru, ogoh-ogoh berakar pada nilai-nilai spiritual Hindu Bali. Seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi ajang ekspresi seni dan budaya yang melibatkan komunitas lokal, khususnya generasi muda.
  • Menyaksikan Ogoh-Ogoh: Waktu, Tempat, dan Tips
    Kamu bisa menonton pawai ogoh-ogoh di berbagai wilayah Bali seperti Denpasar, Ubud, dan Kuta. Datang lebih awal, hormati adat setempat, dan gunakan jasa seperti Bali Premium Trip agar pengalaman menonton lebih nyaman dan terarah.

Mengenal Ogoh Ogoh di Bali

Ogoh ogoh Bali adalah patung berukuran besar yang dibuat sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi di Bali. Patung ini umumnya menampilkan sosok makhluk menyeramkan, seperti raksasa, tokoh dalam cerita mitologi, atau gambaran sifat buruk manusia yang dianggap mengganggu keseimbangan hidup. Dari bentuknya saja, kamu bisa langsung menangkap pesan bahwa ogoh ogoh tidak diciptakan untuk terlihat indah, melainkan untuk mewakili sisi gelap yang ada di alam dan dalam diri manusia.

Secara teknis, ogoh ogoh dibuat dengan rangka bambu agar kuat namun tetap ringan. Rangka ini kemudian dibentuk dan dilapisi bahan seperti styrofoam, kertas, serta kain. Pemilihan bahan ringan bukan tanpa alasan. Ogoh ogoh harus mudah diangkat dan dipikul bersama saat pawai, karena proses arak arakan menjadi bagian penting dari ritualnya. Di banyak desa, proses pembuatan ogoh ogoh melibatkan pemuda setempat dan bisa berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Dalam tradisi Bali, ogoh ogoh tidak dibuat untuk disimpan atau dipajang dalam waktu lama. Patung ini hadir sementara, lalu diarak keliling desa pada malam sebelum Nyepi. Setelah itu, ogoh ogoh dimusnahkan, biasanya dengan cara dibakar. Tindakan ini melambangkan peniadaan energi negatif dan keinginan buruk yang telah diwujudkan dalam bentuk patung. Dari sini, kamu bisa melihat bahwa ogoh ogoh bukan sekadar karya seni, tetapi bagian dari ritual keagamaan yang sarat makna.

Keberadaan ogoh ogoh juga mencerminkan cara masyarakat Bali memandang keseimbangan hidup. Energi negatif tidak diabaikan, tetapi diakui, ditampilkan, lalu dilepaskan. Melalui proses ini, masyarakat mempersiapkan diri untuk memasuki Hari Raya Nyepi dengan kondisi yang lebih bersih, tenang, dan seimbang.

Sejarah Ogoh Ogoh Bali

Ogoh-Ogoh (sumber: flickr)
Ogoh Ogoh Bali (Sumber: Wikimedia Commons)

Sejarah ogoh ogoh Bali berkaitan erat dengan perkembangan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali. Tradisi ini mulai dikenal luas pada era 1980-an, khususnya sekitar tahun 1983 hingga 1984. Jika dibandingkan dengan upacara adat Bali lain yang telah berlangsung ratusan tahun, ogoh ogoh memang tergolong baru. Namun, nilai yang dibawanya berakar pada konsep lama tentang keseimbangan antara manusia, alam, dan kekuatan yang tidak terlihat.

Ogoh ogoh merupakan simbol Bhuta Kala, yaitu energi negatif yang dipercaya muncul dari sifat buruk manusia seperti amarah, keserakahan, dan hawa nafsu. Patung raksasa ini diarak pada malam Pangrupukan, sehari sebelum Nyepi. Prosesi tersebut bertujuan menghadirkan dan menetralkan energi negatif agar tidak mengganggu kehidupan manusia saat memasuki hari hening. Dari sini, kamu bisa melihat bahwa ogoh ogoh tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi bagian dari rangkaian ritual spiritual.

Secara bahasa, istilah ogoh ogoh diyakini berasal dari kata “ogah-ogah” dalam bahasa Bali, yang berarti digoyang-goyangkan. Makna ini merujuk pada cara patung diarak dan digerakkan saat pawai berlangsung. Gerakan tersebut dipercaya dapat menarik perhatian Bhuta Kala sebelum akhirnya dilenyapkan.

Jika ditelusuri lebih jauh, bentuk awal ogoh ogoh terinspirasi dari tradisi Barong Landung dan Ndong-Nding, serta dari lelakut, boneka sederhana di sawah yang berfungsi mengusir burung. Sebelum dikenal dengan nama ogoh ogoh, bentuk-bentuk raksasa ini disebut onggokan. Seiring waktu, wujudnya berkembang menjadi lebih ekspresif dan penuh detail.

Perkembangan ogoh ogoh semakin pesat setelah Nyepi ditetapkan sebagai hari libur nasional. Kreativitas pemuda banjar tumbuh, dan ogoh ogoh menjadi media ekspresi seni. Pada tahun 1990, ogoh ogoh mulai diperkenalkan dalam Pesta Kesenian Bali, menandai pengakuannya sebagai bagian penting dari tradisi dan budaya Bali yang terus hidup hingga kini.

Baca juga: Mengenal Hari Raya Nyepi di Bali: Hal-Hal yang Wajib Diketahui! 

Makna Filosofis Ogoh Ogoh

Di balik wujud ogoh ogoh yang terlihat menakutkan, tersimpan makna yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Ogoh ogoh melambangkan Bhuta Kala, yaitu energi negatif yang dipercaya ada di alam dan juga dalam diri setiap orang. Sosok raksasa dengan ekspresi marah dan gerak berlebihan bukan dibuat untuk menakuti, tetapi untuk memperlihatkan sisi gelap yang sering muncul tanpa disadari.

Energi negatif ini hadir dalam bentuk yang sederhana dan akrab dengan kehidupan sehari-hari. Amarah yang sulit dikendalikan, rasa iri terhadap pencapaian orang lain, keserakahan, serta ego yang terlalu besar adalah contoh nyata yang bisa kamu temui di sekitar, bahkan dalam diri sendiri. Ogoh ogoh menjadi cermin yang mengajak setiap orang untuk melihat ke dalam, bukan untuk menghakimi, tetapi untuk menyadari.

Prosesi mengarak ogoh ogoh memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pawai budaya. Saat patung ini diusung bersama dan digerakkan di jalan-jalan desa, masyarakat Bali diajak untuk menghadirkan energi negatif ke ruang terbuka. Dengan cara ini, sisi gelap tersebut diakui keberadaannya. Kesadaran ini penting, karena perubahan hanya bisa dimulai ketika seseorang mau mengenali kekurangannya.

Tahap akhir berupa pemusnahan ogoh ogoh menyampaikan pesan yang kuat. Tindakan ini melambangkan upaya melepaskan sifat buruk yang telah disadari sebelumnya. Bukan berarti manusia menjadi sempurna, tetapi ada niat untuk menata kembali pikiran dan perilaku. Melalui proses ini, kamu diingatkan bahwa makna Nyepi bukan hanya tentang keheningan di luar, tetapi juga tentang ketenangan batin dan usaha menjaga keseimbangan hidup di Bali.

Kaitannya Ogoh Ogoh dengan Hari Nyepi

Pura Ulun Danau Batur (Sumber: Wikimedia Commons)
Pura Ulun Danau Batur (Sumber: Wikimedia Commons)

Ogoh ogoh memiliki kaitan yang tidak terpisahkan dengan Hari Raya Nyepi di Bali. Patung ini selalu diarak pada malam sebelum Nyepi, yang dikenal sebagai malam pengerupukan. Pada malam tersebut, suasana Bali berubah drastis. Jalanan dipenuhi iringan gamelan dan arak-arakan warga yang mengusung ogoh ogoh keliling desa.

Malam pengerupukan menjadi tahap penutup sebelum memasuki hari hening. Arak-arakan ogoh ogoh bertujuan untuk mengusir dan menetralkan energi negatif yang dipercaya berada di sekitar kehidupan manusia. Ogoh ogoh diarak sambil digoyang dan diputar di persimpangan jalan. Gerakan ini melambangkan upaya mengacaukan dan mengusir energi buruk agar tidak menetap. Keramaian yang terjadi bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari proses spiritual yang telah dipahami bersama oleh masyarakat.

Setelah prosesi arak-arakan selesai, ogoh ogoh biasanya dimusnahkan. Tindakan ini melambangkan pelepasan sifat buruk dan energi negatif yang sebelumnya diwujudkan dalam bentuk patung. Dari sini, masyarakat bersiap memasuki Nyepi dengan kondisi yang lebih bersih secara batin.

Keesokan harinya, Bali memasuki Hari Nyepi. Selama 24 jam, seluruh aktivitas dihentikan. Lampu dipadamkan, perjalanan ditiadakan, dan suasana menjadi sunyi. Peralihan dari malam yang penuh keramaian menuju hari yang hening mencerminkan konsep keseimbangan yang dijunjung tinggi dalam budaya Bali. Melalui rangkaian ini, kamu diajak memahami bahwa Nyepi bukan hanya tentang diam, tetapi tentang menata kembali pikiran, sikap, dan hubungan dengan alam.

Di Mana Tempat Menonton Ogoh Ogoh di Bali?

Kamu bisa menonton ogoh ogoh hampir di seluruh wilayah Bali, karena setiap banjar biasanya mengarak ogoh ogoh mereka sendiri. Lokasi-lokasi ini biasanya menjadi titik temu arak-arakan dari banyak banjar, sehingga kamu bisa melihat berbagai ogoh ogoh dengan karakter yang berbeda dalam satu malam. Berikut detail tempat menonton ogoh ogoh yang paling populer:

  • Denpasar
    Kawasan Denpasar menjadi salah satu pusat utama perayaan. Kamu bisa menonton ogoh ogoh di sekitar Patung Catur Muka, Plaza Renon, Jalan Cok Agung Tresna, hingga Simpang Enam Teuku Umar. Area ini ramai karena banyak banjar bertemu di satu titik, dengan arak-arakan yang berlangsung hingga malam.
  • Badung, Kuta dan Legian
    Di wilayah Badung, suasana menonton terasa sangat hidup. Lokasi yang sering menjadi pusat keramaian antara lain Ground Zero Kuta, Jalan Raya Legian, dan kawasan Pantai Kuta. Banyak wisatawan memilih area ini karena mudah dijangkau dan penuh variasi ogoh ogoh.
  • Bali Selatan
    Untuk kawasan Bali Selatan, perempatan ITDC Nusa Dua menjadi salah satu titik favorit. Area ini relatif luas dan tertata, sehingga kamu bisa menonton dengan lebih nyaman.
  • Gianyar
    Di Gianyar, kamu bisa menonton ogoh ogoh di kawasan Ubud, terutama di sekitar Puri Ubud dan Patung Arjuna di Jalan Raya Andong. Suasananya terasa lebih dekat dan kental dengan nuansa desa adat.
  • Bangli
    Di Bangli, alun-alun kota menjadi pusat arak-arakan ogoh ogoh. Area ini cocok jika kamu ingin melihat perayaan yang lebih sederhana namun tetap bermakna.
  • Tabanan
    Di Tabanan, arak-arakan biasanya berlangsung sepanjang Jalan Pahlawan, Jalan Gajah Mada, hingga Taman Kota. Jalur ini dipenuhi ogoh ogoh dari berbagai banjar sekitar.

Tips Menonton Ogoh Ogoh di Bali

Agar pengalaman menonton ogoh ogoh berjalan nyaman dan berkesan, ada beberapa hal praktis yang sebaiknya kamu perhatikan. Perayaan ini melibatkan banyak orang dan berlangsung di ruang publik, sehingga persiapan kecil bisa membuat perbedaan besar. Berikut tips yang bisa kamu terapkan.

  • Datang lebih awal agar kamu mendapat posisi menonton yang lebih leluasa dan tidak terjebak di tengah kerumunan.
  • Gunakan pakaian yang nyaman untuk berjalan dan berdiri lama, namun tetap sopan sesuai adat setempat.
  • Bawa kamera atau ponsel dengan baterai penuh, karena momen arak-arakan biasanya berlangsung cukup lama hingga malam.
  • Patuhi aturan lokal dan ikuti arahan pecalang atau petugas setempat. Jangan menghalangi jalur arak-arakan.
  • Hindari menyentuh ogoh ogoh tanpa izin, karena patung ini merupakan bagian dari ritual, bukan sekadar properti pawai.
  • Perhatikan penutupan jalan dan atur rute perjalanan sejak awal agar kamu tidak terlambat kembali ke penginapan.
  • Jika kamu ingin pengalaman yang lebih praktis dan bebas repot, gunakan layanan concierge di Bali dari Bali Premium Trip. Layanan ini bisa membantu mengatur transportasi, memilih lokasi menonton yang strategis, hingga menyesuaikan jadwal agar tetap nyaman tanpa harus mengurus detail teknis sendiri.

Baca juga: Apa Saja Kegiatan yang Bisa Dilakukan Wisatawan Selama Nyepi di Bali?

Rencanakan Perjalanan di Bali Bersama Bali Premium Trip

Jika kamu berencana merasakan suasana Nyepi di Bali, memahami tradisi ogoh ogoh menjadi hal yang sangat penting. Ogoh ogoh bukan sekadar pawai budaya, tetapi bagian dari rangkaian ritual yang menentukan perubahan suasana Bali dari ramai menuju hening. Dengan mengenal makna dan waktu pelaksanaannya, kamu bisa lebih menghargai proses Nyepi sekaligus menyesuaikan agenda perjalanan. 

Agar perjalanan tetap nyaman, kamu disarankan menggunakan layanan concierge di Bali dari Bali Premium Trip. Layanan ini dirancang untuk membantu kamu merencanakan perjalanan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan transportasi sebelum dan sesudah Nyepi, rekomendasi lokasi terbaik untuk menyaksikan ogoh ogoh, hingga penyesuaian jadwal menginap saat hari hening berlangsung. Dengan layanan kami, kamu tetap bisa menikmati pengalaman budaya tanpa harus repot mengurus detail teknis yang sering kali membingungkan bagi pendatang.

Jika kamu ingin menikmati Bali dengan lebih tenang, tertata, dan sesuai dengan momen penting seperti Nyepi, sekarang adalah waktu yang tepat untuk merencanakannya. Hubungi Bali Premium Trip dan sampaikan rencana perjalanan kamu untuk momen tak terlupakan di Bali!

Bali Premium Trip Banner

Related Article

Indonesia Masuk 10 Besar Keindahan Tersembunyi Dunia 2026 Versi Forbes

Indonesia kembali mendapat pengakuan dunia, kali ini Indonesia masuk 10...

Apa Saja Kegiatan yang Bisa Dilakukan Wisatawan Selama Nyepi di Bali?

Nyepi merupakan hari yang sangat penting bagi umat Hindu di...

Bali Jadi Top 1 Destinasi di Dunia by TripAdvisor, Apa Alasannya?

Bali selalu menjadi destinasi impian bagi banyak wisatawan, baik yang...